
Ketika diterbitkan, novelnya laris manis di pasaran. Naluri seorang sutradara agaknya menangkap peluang ini untuk mengemasnya dalam sebuah film layar lebar. Hasilnya, nasib film ini tidak jauh berbeda dengan novelnya.
Para pembaca novel ayat-ayat cinta yang terbius dengan jalan cerita cintanya dan karakter Fahri yang “nyaris” ideal, ingin mengikutinya lagi dalam bentuk sesuatu yang lain: film layar lebar. Bukan dari kalangan pemudi saja yang memenuhi gedung-gedung bioskop untuk menyaksikannya. Dari kalangan adam juga banyak lantaran mendampingi dan demi mengabulkan permintaan pujaan hati mereka. Orang tua pun tidak ketinggalan. Mungkin mereka ingin mengenang kisah kasih ketika muda belia dulu dengan suaminya yang sekarang atau seorang exgirlfriend-exboyfriend. Di sekolahan juga. Bunda dan yanda begitu kepengen menyaksikan film ini. Kebetulan di sekolahan sekarang sudah pasang internet yang unlimited, jadi bisa download sepuasnya. Film ayat-ayat cinta diunduh dari dunia maya. Full and free.
Keponakan yang baru duduk di kelas 1 SMP, ketika mendengar bahwa aku mendownload film itu dari internet, ingin juga memilikinya. Sebelumnya dia sempat mengajakku untuk nonton di bioskop.
Lain lagi dengan Bintang.Malam ketika ngelesi Anikawa, hpku berdering. Tiga buah sms masuk. Dua delivery report dan satu lagi datangnya dari Ibu Bintang.
Mar, Ahad sore tdk les.Acara diganti nonton film ayat2 cinta, kamu sama Bintang.Jam 15.00.Gmn mau gak?Kamu sudah nonton belum?
Seorang Bintang pun ingin menyaksikan. Agenda hari ahad: Bintang Les nonton ayat-ayat cinta.
6 tanggapan so far ↓
imgar // Maret 9, 2008 pada 3:56 pm |
aku blom nonton..
btw, yang di internet banyaknya film yang belum selesai edit..
mar // Maret 10, 2008 pada 6:53 pm |
mas imgar kalo nongkrong sekarang di mana to ? saya pengen mbaca tulisan2 mas lho…
imgar // Maret 11, 2008 pada 6:17 am |
tigamaret.wordpress.com
tapi dibuat private..
minta emailmu aja yang dipake di wp ini..biar nanti aku masukin list yang bisa akses blog ku itu..
mas, ni dia emailku: mastopo_oye@yahoo.com
imgar // Maret 13, 2008 pada 7:37 pm |
oke..sudah aku masukkan list. silakan mampir di blog ku..
astuti // Maret 22, 2008 pada 3:14 pm |
ana udah nonton tapi ada sebuah kritik untuk pemeran fahri kurang begitu menguasai naskahy karena masih lirik2 padahal dinovely dia menjada pandanganya
Na // Maret 22, 2008 pada 6:19 pm |
ayat2 cinta pilm ki eleeek.. nganggo bgt! cerita 176 derajat berubah, jd kasihan m habiburahman shirazy. mau yg lbh jelek lg? liat bajunya aisha, g matching, ayu sih tp ngelek2i wae. tontono matane asha, genit dan menggoda! jauuuuuuuhhh bgt dr novelnya. eh iya, d novel, Fahri jelek krn jd mns terlalu sempurna, d film dia jelek krn jd cowok g mutu!
salut utk akting maria. T.O.P!!!
baadur m tmn d penjara aktingnya keren.yg plg keren adl tikus d penjara yg g lari padahal diuncali.salut buat tikus