::..Masykur Fitriawan's Weblog ..::

ayat-ayat cinta

Maret 9, 2008 · & Komentar

Ketika diterbitkan, novelnya laris manis di pasaran. Naluri seorang sutradara agaknya menangkap peluang ini untuk mengemasnya dalam sebuah film layar lebar. Hasilnya, nasib film ini tidak jauh berbeda dengan novelnya.

Para pembaca novel ayat-ayat cinta yang terbius dengan jalan cerita cintanya dan karakter Fahri yang “nyaris” ideal, ingin mengikutinya lagi dalam bentuk sesuatu yang lain: film layar lebar. Bukan dari kalangan pemudi saja yang memenuhi gedung-gedung bioskop untuk menyaksikannya. Dari kalangan adam juga banyak lantaran mendampingi dan demi mengabulkan permintaan pujaan hati mereka. Orang tua pun tidak ketinggalan. Mungkin mereka ingin mengenang kisah kasih ketika muda belia dulu dengan suaminya yang sekarang atau seorang exgirlfriend-exboyfriend. Di sekolahan juga. Bunda dan yanda begitu kepengen menyaksikan film ini. Kebetulan di sekolahan sekarang sudah pasang internet yang unlimited, jadi bisa download sepuasnya. Film ayat-ayat cinta diunduh dari dunia maya. Full and free.

Keponakan yang baru duduk di kelas 1 SMP, ketika mendengar bahwa aku mendownload film itu dari internet, ingin juga memilikinya. Sebelumnya dia sempat mengajakku untuk nonton di bioskop.

Lain lagi dengan Bintang.Malam ketika ngelesi Anikawa, hpku berdering. Tiga buah sms masuk. Dua delivery report dan satu lagi datangnya dari Ibu Bintang.

Mar, Ahad sore tdk les.Acara diganti nonton film ayat2 cinta, kamu sama Bintang.Jam 15.00.Gmn mau gak?Kamu sudah nonton belum?

Seorang Bintang pun ingin menyaksikan. Agenda hari ahad: Bintang Les nonton ayat-ayat cinta.

Kategori: Uncategorized