Oleh: masykurfitriawan | Maret 2, 2008

ke solo aku kan kembali (2)

At school
Taksi yang kami tumpangi bukannya masuk ke halaman sekolah, tapi malah masuk ke hotel grand Kemang yang lokasinya persis di muka sekolah. Dikira mau check in, za ? Jangan salah! Begini-begini tidak mungkin check in di GRAND Kemang (Mentereng ya namanya?!).
Salah satu dari kami memberi tahu si pengemudi untuk keluar dari area parkir hotel dan masuk ke halaman SD.
Kami disambut oleh pak satuan pengamanan yang baik hati. Bagaimana tidak, dia mempersilakan begitu saja ketika kami meminta izin untuk numpang sholat shubuh di masjid sekolah. Salah satu dari mereka mengantar kami. Membukakan pintu dan menaiki tangga, memandu kami hingga sampai di tempat kami akan sholat shubuh.

Info terakhir yang kami terima: test dimulai besoknya. Katanya itu info terbaru dari Kemang. Tapi, ternyata info itu sudah kadaluarsa. Info yang paling “panas” adalah bahwa tes diadakan pagi itu.

Kami berburu kamar mandi untuk mandi. Siapa cepat dia dapat! (Eh, denger-denger ada yang tidak mandi. Siapa za…???)

Ku bongkar satu persatu kemeja yang ada di tas. Hujan deras selama perjalanan di bis tadi malam ternyata airnya membasahi kemejaku. Semua kemejaku. Tidak ada pilihan lain. Akhirnya aku test dengan pakaian ngecemes alias basah!

Selesai tes, pulang ke “penginapan”. Dalam perjalanan, taksi yang kami tumpangi harus berhenti berulang kali dan menunggu kendaraan yang di depan berjalan. Macet. Lama.

Akhirnya kami sampai di tempat dimana kami bisa menanggalkan lelah. Sebuah rumah yang berada di kampung yang padat. Jalan menuju rumah ibaratnya jalan tikus. Kecil sekali. Dinding-dinding rumah menjadi bentengnya.

Hati kecil ini berkata: bagaimana penduduk sini bisa bernapas ya? Saat itu aku merindukan kampung halamanku. Menghirup udara segar sebebas-bebasnya, memandangi hamparan tanah dengan leluasa. Berbeda dengan di sini, di Jakarta ini. Sejauh mata memandang adalah tembok. Angin pun seakan enggan mampir di perkampungan ini. Karena mereka sering nabrak-nabrak dinding-dinding rumah.

Jam 06.30 pagi, hari Kamis
Kami serombongan berangkat menuju ke sekolah. Untuk menuju ke jalan raya, harus berjalan seratusan meter lebih. Metro mini telah tercarter. Seratus ribu untuk mengantarkan kami semua sampai di Kemang. Deal!

Dalam perjalanan, tak tahunya pak sopir tak tahu kemana arah ke kemang. Sejak semula aku sudah ada bad feeling. Metromini ini melaju berlawanan arah dengan ketika aku pulang kemarin.

Setiap polisi yang ditanya menunjukkan arah yang berbeda. Akhirnya kami hanya muter-muter. Melewati jalan yang sama sampai empat kali. Jam 08.00 baru sampai di sekolah.

Selesai test di hari kedua, langsung kuputuskan untuk pulang. I miss my Solo. Teman-teman yang lain membujuk untuk jalan-jalan ke Blok M dulu. Nope!

ke solo aku kan kembali (1)


Tanggapan

  1. iya tuh..dari kemang kan paling deket ke blok m.. :p ah, tapi yang namanya mal sih di mana2 juga sama isinya.. :D

  2. 2x k jkt, aku memilih utk tidak mau kembali lg ke sana. pusying!!
    solo lbh damai , apalagi ndesoku.. ehm..

  3. aku pengen ke solo..
    mar: kapan ke solo mas imgar ? dalam rangka apa ?


Beri tanggapan

Your response:

Kategori