::..Masykur Fitriawan's Weblog ..::

Masukan dari Maret 2008

judi, juga

Maret 29, 2008 · & Komentar

Sengatan matahari siang membuat hembusan angin kian terik. Mahaagung-lah yang menciptakan matahari. Yang menerbitkannya dari timur dan menenggelamkan – untuk diterbitkan lagi esok hari – di ufuk barat. Tidak bisa dibayangkan jika tanpa matahari. Kita harus punya banyak stok baju. jangan sampai tidak pakai baju karena baju yang dicuci belum kering. Pak tani juga akan kesulitan mengeringkan padi. Pohon-pohon tidak akan “memasak” makanan. Jika matahari terbitnya berhenti,… hi…ngeri. Namun seringnya manusia mengeluh: panase! Diterbitkan matahari biar tumbuhan bisa bermanfaat bagi manusia tapi manusia malah mengeluh. Bagaimana kalau Tuhan mendengar trus ngambek? Trus matahari disuruh berhenti terbit. Kun fa ya kun.

Untung Tuhan Maha Penyayang dan tidak Ngambekan.judi

Membaca tulisan: judi & utang, jadi ingat beberapa waktu lalu. Malam ketika pulang dari Solo, sering kulihat sekawanan bapak-bapak bersila disalah satu sudut kalurahan. BERJUDI DI KELURAHAN! Kalau siang dibuat pak lurah ngantor, kalau malam dijadikan warganya untuk “mengadu nasib“. Agaknya kebiasaan warga terendus juga. Sekarang, untuk mempertahankan kewibawaannya, kelurahan diberi pagar teralis. Bila beranjak sore, pintu pagar ditutup. Kawanan penjudi pun tidak bisa masuk. Entah pindah kemana.

Di Solo juga ada. Di sudut kota yang jarang sekali terlihat lalu-lalang orang. Beberapa kendaraan roda tiga (baca: becak) parkir. Di balik kendaraan-kendaraan itu terdapatlah beberapa bapak tukang becak “mencari tambahan penghasilan“.

Denger-denger sekarang judi juga bisa lewat internet. Wah, ternyata bandar-bandar itu peka juga terhadap perkembangan teknologi.

Judi (judi), menjanjikan kemenangan
Judi (judi), menjanjikan kekayaan
Bohong (bohong), kalaupun kau menang
Itu awal dari kekalahan
Bohong (bohong), kalaupun kau kaya
Itu awal dari kemiskinan

Judi (judi), meracuni kehidupan
Judi (judi), meracuni keimanan
Pasti (pasti), karena perjudian
Orang malas dibuai harapan
Pasti (pasti), karena perjudian
Perdukunan ramai menyesatkan

Yang beriman bisa menjadi ingkar, apalagi yang awam
Yang menang bisa menjadi jahat, apalagi yang kalah
Yang kaya bisa menjadi melarat, apalagi yang miskin
Yang senang bisa jadi sengsara, apalagi yang susah

Itu sebab judi diharamkan

Uang yang pas-pasan karuan buat makan
Itu cara sehat ‘tuk bisa bertahan
Uang yang pas-pasan karuan ditabungkan
Itu cara sehat ‘tuk jadi hartawan

Kalau orang sudah gila judi
Uang belanja pun dikebiri
Kalau orang sudah gila judi
Tak punya uang bisa mencuri

Sebab itu judi diharamkan

Judi

(Rhoma Irama)

Kategori: Uncategorized

nylekit

Maret 22, 2008 · & Komentar

Air yang menggenangi telapak kakiku dinginnya merembet sampai kepala. Langit belum menuntaskan tugasnya untuk menumpahkan air kehidupan. Rintik hujan masih turun di sana-sini.

Di tengah suasana dingin seperti ini, membuatku merasa boring karena tidak bisa go anywhere. Seperti terkungkung di dalam bilik kostku. Perasaan ini semakin menjadi karena tetangga kamar pada pulang kampung. Aku tidak punya nyali untuk keluar menghadapi Sang Angin Malam yang berkeliaran.

Melayanglah sebuah SMS ke teman lama. Sekedar menanyakan kabar. Dan memberitahuku bahwa aku sekarang kost. Punya maksud agar lain kali dia bisa datang sekedar menemaniku.

Jawaban atas pertanyaanku dia jawab dan dia menambahkan: gimana, enak g jadi guru?

Sebuah pertanyaan yang nylekit bagiku. Ku balas: hidup kalo enak2 terus malah tidak terasa enak. Slalu ada hitam-putih biar yang putih kelihatan putih.

Kategori: Uncategorized

ayat-ayat cinta

Maret 9, 2008 · & Komentar

Ketika diterbitkan, novelnya laris manis di pasaran. Naluri seorang sutradara agaknya menangkap peluang ini untuk mengemasnya dalam sebuah film layar lebar. Hasilnya, nasib film ini tidak jauh berbeda dengan novelnya.

Para pembaca novel ayat-ayat cinta yang terbius dengan jalan cerita cintanya dan karakter Fahri yang “nyaris” ideal, ingin mengikutinya lagi dalam bentuk sesuatu yang lain: film layar lebar. Bukan dari kalangan pemudi saja yang memenuhi gedung-gedung bioskop untuk menyaksikannya. Dari kalangan adam juga banyak lantaran mendampingi dan demi mengabulkan permintaan pujaan hati mereka. Orang tua pun tidak ketinggalan. Mungkin mereka ingin mengenang kisah kasih ketika muda belia dulu dengan suaminya yang sekarang atau seorang exgirlfriend-exboyfriend. Di sekolahan juga. Bunda dan yanda begitu kepengen menyaksikan film ini. Kebetulan di sekolahan sekarang sudah pasang internet yang unlimited, jadi bisa download sepuasnya. Film ayat-ayat cinta diunduh dari dunia maya. Full and free.

Keponakan yang baru duduk di kelas 1 SMP, ketika mendengar bahwa aku mendownload film itu dari internet, ingin juga memilikinya. Sebelumnya dia sempat mengajakku untuk nonton di bioskop.

Lain lagi dengan Bintang.Malam ketika ngelesi Anikawa, hpku berdering. Tiga buah sms masuk. Dua delivery report dan satu lagi datangnya dari Ibu Bintang.

Mar, Ahad sore tdk les.Acara diganti nonton film ayat2 cinta, kamu sama Bintang.Jam 15.00.Gmn mau gak?Kamu sudah nonton belum?

Seorang Bintang pun ingin menyaksikan. Agenda hari ahad: Bintang Les nonton ayat-ayat cinta.

Kategori: Uncategorized

ke solo aku kan kembali (2)

Maret 2, 2008 · & Komentar

At school
Taksi yang kami tumpangi bukannya masuk ke halaman sekolah, tapi malah masuk ke hotel grand Kemang yang lokasinya persis di muka sekolah. Dikira mau check in, za ? Jangan salah! Begini-begini tidak mungkin check in di GRAND Kemang (Mentereng ya namanya?!).
Salah satu dari kami memberi tahu si pengemudi untuk keluar dari area parkir hotel dan masuk ke halaman SD.
Kami disambut oleh pak satuan pengamanan yang baik hati. Bagaimana tidak, dia mempersilakan begitu saja ketika kami meminta izin untuk numpang sholat shubuh di masjid sekolah. Salah satu dari mereka mengantar kami. Membukakan pintu dan menaiki tangga, memandu kami hingga sampai di tempat kami akan sholat shubuh.

Info terakhir yang kami terima: test dimulai besoknya. Katanya itu info terbaru dari Kemang. Tapi, ternyata info itu sudah kadaluarsa. Info yang paling “panas” adalah bahwa tes diadakan pagi itu.

Kami berburu kamar mandi untuk mandi. Siapa cepat dia dapat! (Eh, denger-denger ada yang tidak mandi. Siapa za…???)

Ku bongkar satu persatu kemeja yang ada di tas. Hujan deras selama perjalanan di bis tadi malam ternyata airnya membasahi kemejaku. Semua kemejaku. Tidak ada pilihan lain. Akhirnya aku test dengan pakaian ngecemes alias basah!

Selesai tes, pulang ke “penginapan”. Dalam perjalanan, taksi yang kami tumpangi harus berhenti berulang kali dan menunggu kendaraan yang di depan berjalan. Macet. Lama.

Akhirnya kami sampai di tempat dimana kami bisa menanggalkan lelah. Sebuah rumah yang berada di kampung yang padat. Jalan menuju rumah ibaratnya jalan tikus. Kecil sekali. Dinding-dinding rumah menjadi bentengnya.

Hati kecil ini berkata: bagaimana penduduk sini bisa bernapas ya? Saat itu aku merindukan kampung halamanku. Menghirup udara segar sebebas-bebasnya, memandangi hamparan tanah dengan leluasa. Berbeda dengan di sini, di Jakarta ini. Sejauh mata memandang adalah tembok. Angin pun seakan enggan mampir di perkampungan ini. Karena mereka sering nabrak-nabrak dinding-dinding rumah.

Jam 06.30 pagi, hari Kamis
Kami serombongan berangkat menuju ke sekolah. Untuk menuju ke jalan raya, harus berjalan seratusan meter lebih. Metro mini telah tercarter. Seratus ribu untuk mengantarkan kami semua sampai di Kemang. Deal!

Dalam perjalanan, tak tahunya pak sopir tak tahu kemana arah ke kemang. Sejak semula aku sudah ada bad feeling. Metromini ini melaju berlawanan arah dengan ketika aku pulang kemarin.

Setiap polisi yang ditanya menunjukkan arah yang berbeda. Akhirnya kami hanya muter-muter. Melewati jalan yang sama sampai empat kali. Jam 08.00 baru sampai di sekolah.

Selesai test di hari kedua, langsung kuputuskan untuk pulang. I miss my Solo. Teman-teman yang lain membujuk untuk jalan-jalan ke Blok M dulu. Nope!

ke solo aku kan kembali (1)

Kategori: Uncategorized

lazy time

Maret 1, 2008 · & Komentar

Sabtu adalah hari bangun siang. Hari mencuci nasional. Listening to the musics all day. Tidur siang sepuaznya. Hari keliling-keliling kota. Wakuncar (waktu kunjung pacar) juga ?

Minggu adalah hari seterika nasional. Hari semir sepatu. Hari keliling-keliling kota. Hari nyancai…

Tidak untuk Sabtu ini. Mungkin juga tidak untuk hari minggu besok. Ada silabus, RPP dan spider web yang sudah kelewat deadline. Harus dilembur.

Sabtu adalah hari bangun siang. Hari mencuci nasional. Listening to the musics all day. Tidur siang sepuaznya. Hari keliling-keliling kota. Wakuncar(waktu kunjung pacar) juga ?

Minggu adalah hari seterika nasional. Hari semir. Hari keliling-keliling kota. Hari nyancai…

Kategori: Uncategorized